
Setiap tujuan tak pernah lepas dari proses yang mengawalinya. Terkadang proses itu begitu memberatkan, menyulitkan, dan melelahkan. Dalam keadaan seperti ini, biasanya manusia cenderung berkeluh kesah dan tidak sabar. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Alquran, "Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah." (QS Al-Ma'arij: 19).
Padahal Allah telah menegaskan bahwa di balik setiap kesulitan yang dirasakan akan selalu ada kemudahan. (QS Al-Insyirah: 4-5). Bahkan hal ini disebutkan dua kali secara berturut-turut dalam surah yang sama.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjanjikan pahala bagi mereka yang mau dan ikhlas bersusah payah untuk kebaikan.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang tinggal amat jauh dari masjid. Namun, ia tak pernah sekalipun melewatkan shalat jamaah bersama Rasulullah di masjid itu. Meskipun ia harus berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh, siang dan malam.
Para sahabat merasa kasihan melihatnya seperti itu setiap hari. Mereka mencoba memberikan solusi. "Mengapa kau tidak membeli seekor keledai yang bisa dikendarai di gelapnya malam dan teriknya siang?" Laki-laki itu menjawab, "Aku tidak ingin demikian. Aku ingin Allah mencatat setiap langkahku ketika berangkat ke masjid, dan ketika kembali ke rumah."
Rasulullah SAW yang mendengar hal itu berkata, "Allah telah mengumpulkan semua kebaikan yang kau inginkan itu untukmu." (HR Muslim)
Hadis di atas menjelaskan bahwa setiap lelah yang dirasakan seorang hamba demi melakukan suatu ibadah akan mendapatkan ganjaran yang setimpal berupa pahala dari Allah SWT, selama ia tidak berkeluh kesah dan ikhlas terhadap apa yang dijalankan.
Berkeluh kesah adalah sifat buruk yang tidak pantas dimiliki oleh seorang muslim. Hanya orang-orang pilihanlah yang mampu menghindari sifat ini. Dalam surah Al-Ma'arij: 22-35, disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan shalatnya, menginfakkan hartanya kepada orang yang berhak, meyakini adanya hari pembalasan, takut terhadap azab Allah, menjaga kehormatannya, menjaga amanah, dan teguh pada kesaksiannya.
Dengan berusaha menjalankan hal-hal di atas, sifat keluh kesah dengan sendirinya akan hilang. Tujuan yang diinginkan dapat diperoleh dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat pun akan tercapai. Wallahu A'lam.
Pernah dimuat di HU Republika.
Tanggal-nya lupa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar