
Allah SWT berfirman dalam Alquran, "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela yang kian kemari menghambur fitnah." (QS Al-Qalam: 10-11)
Ayat di atas menjelaskan dua jenis dosa yang disebabkan oleh lisan, yaitu sumpah palsu dan mengadu domba. Akibat yang ditimbulkan oleh sumpah palsu dan adu domba sangat besar. Sumpah palsu menyebabkan kebenaran tertutupi. Dalam hal yang berhubungan dengan pengadilan, sumpah palsu mengakibatkan hilangnya keadilan bagi seseorang, demikian pula kemerdekaannya. Sedangkan akibat adu domba adalah terputusnya silaturrahim antara dua orang dan muncul rasa sakit hati di antara keduanya. Lebih buruk lagi jika sakit hati itu turun temurun dan berlanjut sampai pada keturunan mereka.
Rasulullah SAW mengkategorikan sumpah palsu sebagai dosa besar, disejajarkan dengan dosa-dosa besar lain yang secara lahiriyah sangat tampak kemadharatannya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, suatu ketika Rasulullah SAW ditanya tentang dosa besar. Maka beliau menjawab, "Yang termasuk dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, menghilangkan nyawa orang lain bukan dalam hal yang dibenarkan agama, dan sumpah palsu." (HR Bukhari)
Mengenai adu domba, dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra., disebutkan bahwa pernah suatu hari Rasulullah SAW melewati sebuah kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di dalam kuburnya. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Dua orang itu sedang diazab di dalam kuburnya, namun bukan karena masalah besar. Salah satu dari keduanya diazab karena tidak melindungi diri dari percikan air kencingnya. Sedangkan yang satu lagi karena suka mengadu domba." (HR Bukhari).
Amat tepat pepatah lama yang menyebutkan bahwa lidah atau lisan bagaikan pedang. Jika lisan telah mengibaskan ketajaman mata pedangnya di hati, rasa sakit dan lukanya akan berbekas untuk waktu yang lama.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW mewanti-wanti umatnya untuk tidak sembrono dalam mengumbar lisan. Dalam salah satu hadisnya, beliau memberikan solusi tepat bagi umatnya yang mengaku beriman, agar terhindar dari dosa lisan. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaknya berkata yang baik. Atau, (jika tidak bisa) lebih baik diam." (HR Bukhari). Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang disebut muslim adalah orang yang bisa menjaga tangannya dan lisannya dari menyakiti muslim lain." (HR Bukhari).Wallahu A'lam
Dimuat di Republika, Senin, 3 September 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar