
Cermin merupakan alat yang dapat digunakan seseorang untuk melihat dan memperhatikan diri. Dengan cermin, seseorang mengetahui baik atau tidaknya penampilan. Jika ada hal yang dirasa tidak pantas, akan diperbaiki kemudian. Tentunya hal ini sangat sulit dilakukan tanpa perantara cermin.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Masing-masing dari kalian adalah cermin bagi saudaranya. Apabila ia melihat ada keburukan pada wajah saudaranya, maka ia menyingkirkan keburukan itu." (HR Al-Tirmidzi).
Al-Mubarakfuri, ketika mengulas hadis ini dalam Tuhfah al-Ahwadzi, menyebutkan bahwa setiap muslim ibarat cermin bagi yang lain. Ia adalah alat bagi yang lain untuk mengetahui kebaikan dan keburukan yang ada pada dirinya.
Terkadang seseorang tidak mengetahui keburukan yang dilakukannya, jika tidak diingatkan oleh orang lain. Padahal, setiap tindak-tanduk yang dianggap baik oleh diri sendiri belum tentu baik bagi orang lain. Oleh karena itu, bercermin pada pendapat orang lain adalah keharusan.
Sejatinya, inilah hakikat nasihat yang diabadikan Allah SWT dalam Surah Al-'Ashr ayat 3, "Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran."
Nasihat dalam pengertian syara' adalah menginginkan orang yang dinasihati menjadi baik, atau ada peningkatan dari keadaan sebelumnya.
Orang yang senantiasa menasihati dalam kebenaran dan kesabaran disejajarkan dengan orang yang beriman dan beramal saleh. Dengan catatan, setiap nasihat yang disampaikan kepada orang lain harus juga diamalkan oleh orang yang menasihati. Terdapat ancaman dari Allah SWT bagi orang yang senang mengumbar nasihat pada orang lain, namun dirinya sendiri tidak mau mengamalkan.
"Sungguh besar murka Allah SWT jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu laksanakan." (QS Al-Shaff: 3)
Demikianlah Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memberikan nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Tak ada ajaran untuk angkat kayu dan senjata ketika mengingatkan orang lain. Tindak kekerasan hanya diperkenankan terhadap orang kafir yang terang-terangan memerangi umat Islam secara fisik.
Jika saja inti dari ajaran Rasulullah SAW diresapi dan diamalkan secara benar, maka kedamaian akan diperoleh. Tak akan ada lagi korban yang timbul akibat kekerasan berdalih peringatan agama. Wallahu A'lam []
Darus-Sunnah, 5 Nov 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar