
Bukan hanya orangtua, namun anak pun sebaiknya belajar tertib berlalu lintas sejak dini.
Rina tidak pernah membayangkan hal yang buruk terjadi pada Ciko putranya. Ia merasa belum waktunya Ciko yang masih berusia 5 tahun belajar aturan ketika berada di jalan, atau tata tertib berlalu-lintas. Namun akibatnya, Ciko kurang hati-hati ketika bersepeda di kompleks. Ketika akan menyeberang di jalan yang agak besar, dengan santainya ia menyeberang begitu saja tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan. Akibatnya sebuah motor hampir saja menyambar putra tercintanya itu, dan itu terjadi di depan matanya.
Menurut data Badan Kesehatan Dunia [WHO] tahun 2008, sebanyak 830.000 anak meninggal tiap tahun dan sebagian besar karena kecelakaan di jalanan. Tentu saja kita harus mencegah si kecil mengalaminya, di antaranya dengan memperkenalkan aturan-aturan dasar berlalu-lintas sejak dini. Apalagi jika si kecil tinggal di kota besar. Selain untuk menghindarkan si kecil dari kemungkinan celaka, belajar aturan lalu lintas juga membiasakan si kecil tertib di jalanan sejak dini. Sehingga kelak ketika dewasa si kecil diharapkan akan lebih mudah menerapkan aturan tersebut bagi dirinya.
Ada berbagai cara mengajarkan si kecil tertib berlalu-lintas, antara lain:
* Pastikan Anda sendiri menerapkan disiplin dalam menjalankan aturan lalu lintas. Hati-hati jika Anda sendiri masih belum tertib, karena mata si kecil akan merekam segala tindakan Anda.
* Walaupun si kecil tidak langsung dapat memahami dan menerapkan aturan dasar berlalu-lintas, namun Anda dapat mulai mengajarkan dan membiasakan keterampilan dasar sejak si kecil berusia balita. Misalnya menengok ke kanan dan ke kiri ketika menyeberang, bersepeda atau berjalan di sisi sebelah kiri jalan, serta tidak berlarian sendiri ketika berada di jalan raya. Anak di bawah usia 10 tahun sebaiknya tetap mendapat pengawasan ketika berada di jalan.
* Mengajarkan rambu-rambu lalu lintas sejak balita. Anak usia 3 – 4 tahun sudah bisa mengenali warna dan lambang-lambang, sehingga mereka sudah dapat diperkenalkan berbagai rambu lalu lintas yang mudah. Misalnya lalu lalu lintas, rambu dilarang parkir, dilarang berhenti, dan sebagainya.
* Ketertiban berlalu-lintas juga dapat diajarkan lewat buku cerita bergambar, permainan boneka tangan, maupun permainan lain. Misalnya bermain mobil-mobilan di atas karpet/alas bergambar jalan raya. Sediakan pula rambu-rambu lalu lintas berukuran mini.
* Langsung bermain peran dalam menerapkan aturan lalu lintas, misalnya dengan mengajak si kecil ke taman lalu lintas seperti yang ada di Taman Lalu Lintas Wiladatika Cibubur, atau Taman Lalu Lintas Bandung.
Diunduh dari http://www.alifmagz.com/wp/2009/04/30/tertib-lalu-lintas-sejak-dini/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar