Selasa, 01 Desember 2009

MEMELIHARA TIGA UNSUR


oleh: Luthfi Arif

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, suatu ketika Rasulullah SAW bersabda "Aku akan menjadi orang yang paling acuh dengan perbuatanku jika aku melakukan tiga hal; meminum penawar racun, mengalungkan jimat, dan melantunkan syair" (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Hadis di atas menjelaskan tiga hal yang dilarang Rasulullah SAW. Karena jika dilakukan, maka akan sama halnya dengan orang fasik yang melakukan segala sesuatu tanpa pertimbangan agama. Tak peduli apakah perbuatan itu diperintah atau dilarang syariat Islam.
Tiga hal itu adalah:
Pertama, meminum penawar racun. Imam Ibnu al-Atsir berpendapat bahwa penawar racun yang dilarang adalah yang mengandung benda haram dan najis seperti darah ular atau khamr. Oleh karenanya tidak ada masalah mengkonsumsi penawar racun yang terbuat dari bahan baku halal.
Kedua, memakai jimat. Dalam hal ini beberapa ulama, di antaranya al-Khaththabi, berpendapat bahwa jimat yang dilarang adalah jimat-jimat Jahiliyah seperti kuku atau taring binatang buas.
Ketiga, mendendangkan syair. Imam Abadi dalam kitab 'Aun al-Ma'bud menjelaskan bahwa syair-syair yang sengaja dibuat untuk dilantunkan adalah haram. Sedangkan jika dibuat untuk sekadar melepas penat diperbolehkan.
Betapapun beragamnya pendapat ulama, satu hal yang harus diperhatikan adalah kandungan dan maksud hadis tersebut. Tujuan Rasulullah SAW melarang tiga hal itu adalah untuk menjaga kesucian tiga unsur pokok pembentuk seorang muslim, yaitu akal, akidah, dan hati.
Ibarat komputer, akal adalah prosesor yang memuat program-program penting. Jika terkena virus, komputer akan rusak dan tidak dapat beroperasi. Jika benda haram dan najis terserap dalam tubuh seorang muslim, maka sedikit banyak akan mempengaruhi akal dan sikapnya. Kepribadian muslimnya dapat menjadi rusak.
Akidah adalah fondasi iman seseorang. Akidah yang salim mengantarkan seorang muslim kepada keyakinan yang teguh terhadap kekuatan sang Khalik, Allah SWT. Menggunakan jimat berarti meyakini adanya kekuatan lain selain Allah SWT. Ini adalah kemusyrikan. "Di antara tujuh hal yang akan membinasakan (di hari kiamat) adalah engkau menyekutukan Allah SWT, padahal ia telah menciptakanmu…" (HR Bukhari)
Dalam Alquran, Allah SWT berfirman "Kami tidak pernah mengajari (Muhammad) syair-syair. Dan memang tidak layak baginya." (QS Yasin: 69). Syair dapat membuat orang yang mendendangkannya terlena. Hati yang dipenuhi syair akan lalai dari Allah SWT. Oleh karenanya, Rasulullah SAW melarang mendendangkan syair. "Lebih baik hati seseorang dipenuhi oleh nanah, daripada dipenuhi syair." (HR Bukhari)
Menghindari tiga hal di atas berarti menjaga tiga unsur penting dalam kehidupan. Apabila kesemuanya telah terjaga dengan baik, maka akan tercipta ketenangan jiwa dan ibadah. Kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat pun dapat terwujud. Wallahu A'lam

Darus Sunnah, 20 April 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar